Apakah yang Dimaksud dengan Hujan Buatan?
Nama : Selly Selviyani
NIM : 411112026
I
|
ndonesia
karena terletak di daerah tropis, maka hanya dibagi
menjadi dua musim saja, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Akhir-akhir ini cuaca
menjadi tidak menentu akibat pemanasan global. Misalnya pada saat musim kemarau
yang menjadi berlangsung lama. Akibatnya, persediaan air menjadi berkurang.
Untuk itu ahli meteorogi berupaya membuat hujan buatan. Dalam sejarah
kehidupan, kira-kira puluhan tahun yang lalu, hanya dukun Indian yang berani
menyatakan dirinya mampu membuat hujan. Akan tatapi, bebrapa kali mencoba
menciptakan hujan, dukun Indian itu tidak pernah berhasil.
Pada akhir 1940-an, para ilmuan mulai mengembangkan
teknik membuat hujan. Cara yang dikembangkan itu memang bisa berhasil, tetapi harus
ada syaratnya, bahwa saat itu harus ada awan halus diangkasa atau dikenal
dengan “ awan cumulus”. Biasanya awan cumulus itu mengandung banyak air. Ahli
pembuat hujan buatan dikenal dengan alhi meteorology. Mereka terbang di atas
awan cumulus menggunakan pesawat terbang. Para ahli meteorology menyemprotkan
bubuk es atau bahn kimia semacam karbon dioksida (CO2). Penyemprotan ini
disebut “penyemaian”.
Beberapa partikel kecil dari bubuk
es kering atau karbon dioksida (CO2) itu akan melayang-layang disekitar awan
cumulus. Uap air yang terkandung diawan cumulus akan menangkap bubuk atau
partikel itu. Karena semakin banyak
bubuk atau partikel yang menempel pada
uap air, uap air akan semakin berat. Mereka tidak lagi tetap berda di
angkasa sehingga jatuhlah mereka ke bumi dalam bentuk hujan.

Kalau ini diambil dari tulisan orang, harus diberi siapa nama orang yang menulisnya (ada daftar pustakanya) supaya ga jadi plagiat ;)
BalasHapus