Sabtu, 13 Oktober 2012

Knowledge


Apakah yang Dimaksud  dengan Hujan Buatan?

Nama : Selly Selviyani
NIM  : 411112026

I
ndonesia karena terletak di daerah tropis, maka hanya dibagi menjadi dua musim saja, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Akhir-akhir ini cuaca menjadi tidak menentu akibat pemanasan global. Misalnya pada saat musim kemarau yang menjadi berlangsung lama. Akibatnya, persediaan air menjadi berkurang. Untuk itu ahli meteorogi berupaya membuat hujan buatan. Dalam sejarah kehidupan, kira-kira puluhan tahun yang lalu, hanya dukun Indian yang berani menyatakan dirinya mampu membuat hujan. Akan tatapi, bebrapa kali mencoba menciptakan hujan, dukun Indian itu tidak pernah berhasil.
            Pada akhir 1940-an, para ilmuan mulai mengembangkan teknik membuat hujan. Cara yang dikembangkan itu memang bisa berhasil, tetapi harus ada syaratnya, bahwa saat itu harus ada awan halus diangkasa atau dikenal dengan “ awan cumulus”. Biasanya awan cumulus itu mengandung banyak air. Ahli pembuat hujan buatan dikenal dengan alhi meteorology. Mereka terbang di atas awan cumulus menggunakan pesawat terbang. Para ahli meteorology menyemprotkan bubuk es atau bahn kimia semacam karbon dioksida (CO2). Penyemprotan ini disebut “penyemaian”.
            Beberapa partikel kecil dari bubuk es kering atau karbon dioksida (CO2) itu akan melayang-layang disekitar awan cumulus. Uap air yang terkandung diawan cumulus akan menangkap bubuk atau partikel itu.  Karena semakin banyak bubuk atau partikel yang menempel pada  uap air, uap air akan semakin berat. Mereka tidak lagi tetap berda di angkasa sehingga jatuhlah mereka ke bumi dalam bentuk hujan.

1 komentar:

  1. Kalau ini diambil dari tulisan orang, harus diberi siapa nama orang yang menulisnya (ada daftar pustakanya) supaya ga jadi plagiat ;)

    BalasHapus